Inilah Bacaan Doa Kamilin Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahan, dan Dibaca Setelah Shalat Tarawih

Assalamu‘alaikum warramatullahi wabarakatuh.

Sebelum itu marilah kita berpuji kepada Allah SWT dan menjunjung Nabi besar Muhammad SAW. Jika sebelumnya sudah membahas mengenai Niat Shalat Tawawih Sendirian, sekarang kita akan memberikan Doa Kamilin Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahan, dan Dibaca Setelah Shalat Tarawih.

Sumber Artikel : MUI.or.idNU.or.id, dan Uipublishing.id

Menjalankan Ibadah pada malam hari di Bulan Ramadhan menghadirkan ketenangan batin, khususnya setelah menuntaskan rangkaian shalat Tarawih. Ibadah ini tidak hanya sebatas aktivitas fisik, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa setelah shalat Tarawih, yang dikenal sebagai Doa Kamilin.

Anjuran melaksanakan shalat Tarawih ditegaskan oleh Syekh Taqiyuddin Al-Hishni dalam kitabnya Kifayah al-Akhyar. Ia menyebutkan bahwa para ulama dari berbagai mazhab telah bersepakat mengenai kesunnahan shalat Tarawih, dan pendapat yang menyelisihi kesepakatan tersebut tidak dijadikan rujukan.

Dalam mazhab Syafi’i, jumlah rakaat shalat Tarawih adalah 20 rakaat. Di antara ulama yang menjelaskan hal tersebut ialah Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya menyebutkan :

فَرْعٌ: فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي عَدَدِ رَكَعَاتِ التَّرَاوِيحِ: مَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُونَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيمَاتٍ غَيْرَ الْوِتْرِ وَذَلِكَ خَمْسُ تَرْوِيحَاتٍ وَالتَّرْوِيحَةُ أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِيمَتَيْنِ هَذَا مَذْهَبُنَا وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ وَأَحْمَدُ وَدَاوُد وَغَيْرُهُمْ وَنَقَلَهُ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَنْ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ

“Cabang pembahasan: mengenai pendapat para ulama tentang jumlah rakaat shalat tarawih. Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa shalat tarawih berjumlah dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salam, tidak termasuk witir. Jumlah tersebut terdiri dari lima tarwihah, dan setiap satu tarwihah empat rakaat dengan dua kali salam. Inilah mazhab kami, dan pendapat ini juga dipegang oleh Imam Abu Hanifah beserta para pengikutnya, Imam Ahmad, Dawud, dan lainnya. Pendapat ini juga dinukil oleh Al-Qadhi ‘Iyadh sebagai pendapat mayoritas ulama.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 4, h. 32)

Sementara sebagian ulama Hanafi mengatakan bahwa memang yang dianjurkan adalah 20 rakaat, tetapi 8 rakaat itu sudah mencukupi kesunnahan. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Kamal Ibnu al Humam (wafat 861 H) dalam kitabnya Fathul Qadir.

... أَنَّ قِيَامَ رَمَضَانَ سُنَّةٌ إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالْوِتْرِ فِي جَمَاعَةٍ فَعَلَهُ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ تَرَكَهُ لِعُذْرٍ... فَتَكُونُ الْعِشْرُونَ مُسْتَحَبًّا وَذَلِكَ الْقَدْرُ مِنْهَا هُوَ السُّنَّةُ كَالْأَرْبَعِ بَعْدَ الْعِشَاءِ مُسْتَحَبَّةٌ وَرَكْعَتَانِ مِنْهَا هِيَ السُّنَّةُ. وَظَاهِرُ كَلَامِ الْمَشَايِخِ أَنَّ السُّنَّةَ عِشْرُونَ، وَمُقْتَضَى الدَّلِيلِ مَا قُلْنَا

“… Bahwa shalat sunnah malam Ramadhan (Tarawih) sebanyak sebelas rakaat termasuk Witir, yang dilakukan secara berjamaah, pernah dikerjakan oleh Nabi SAW, kemudian beliau meninggalkannya karena suatu uzur. … Maka pelaksanaan 20 rakaat termasuk amalan yang dianjurkan (mustahab), sedangkan kadar yang menjadi sunnah darinya adalah sebagaimana (dianalogikan, red.) bahwa empat rakaat setelah shalat Isya’ itu dianjurkan (mustahab), namun dua rakaat di antaranya merupakan sunnah. Dan tampak dari pernyataan para masyayikh bahwa sunnahnya adalah dua puluh rakaat, sedangkan tuntutan dalil menunjukkan sebagaimana yang telah kami jelaskan (yakni 8 rakaat itu sudah sesuai yang disunnahkan).” (Fathul Qadir, [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 468)


Usai menunaikan shalat Tarawih, baik sebanyak 8 maupun 20 rakaat, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan perintah-Nya serta dijauhkan dari segala larangan-Nya.

Salah satu doa yang umum diamalkan, khususnya di kalangan ulama Nusantara, adalah “Doa Kamilin”. Istilah “kamilin” sendiri merujuk pada makna kesempurnaan iman, yang diambil dari bagian awal doa tersebut sebagai bentuk permohonan agar menjadi pribadi yang utuh dalam keimanan.

Isi doa ini mencakup berbagai aspek kehidupan, baik dunia maupun akhirat, termasuk permohonan dalam kondisi lapang maupun sulit, harapan akan keberkahan malam yang mulia, diterimanya amal ibadah, serta berbagai kebaikan lainnya. Oleh karena itu, doa ini sangat relevan untuk dibaca selama bulan Ramadhan, terutama setelah pelaksanaan shalat Tarawih.

Berikut ini adalah bacaan Doa Kamilin lengkap dalam teks Arab, latin, dan artinya :

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya :

"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


Demikianlah Bacaan Doa Kamilin Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahan, dan Dibaca Setelah Shalat Tarawih. Mohon maaf apabila ada kesalahan sedikitpun 😀😊☪️🤲👍 :)

Wabillahit-tafik wal-hidaiyah,

Wassalamu‘alaikum warramatullahi wabarakatuh.

Post a Comment

Previous Post Next Post