Halo gais! Baru-baru ini kita sering mendengar Kata "ACAB" dan Kode "1312" di Media Sosial, yang berkaitan dengan Demonstrasi saat ini. Apalagi dengan adanya Kematian dari salah seorang Pengemudi Ojek Online (Ojol) Affan Kurniawan akibat ditabrak oleh Oknum Polisi Brimob saat Demonstrasi di Gedung DPR RI.
Sumber Artikel : Tirto.id dan Detik.com
Akhir-akhir ini, istilah ACAB dan 1312 semakin sering muncul di Media Sosial. Ungkapan tersebut juga tidak jarang terlihat di ruang publik, misalnya lewat aksi vandalisme di sejumlah lokasi. Peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan serta demonstrasi yang berlangsung pada 28 Agustus 2025 (4 Rabi'ul Awal 1447 H) di berbagai kota turut memicu Warganet kembali menggunakan kode 1312 dan ACAB. Lalu, sebenarnya apa makna dari istilah tersebut?
1312 adalah kode pengganti untuk istilah ACAB. Huruf ACAB diganti dengan angka 1312, karena :
- 1 = A (huruf pertama alfabet),
- 3 = C,
- 1 = A,
- 2 = B
Di banyak negara, seperti Belanda, penggunaan ACAB dilarang. Namun, penggemar sepak Sepakbola menghindari larangan ini dengan berbagai cara, menjelaskan istilah ACAB yang terkenal itu sebagai :
- All Colours Are Beautiful
- All Cats Are Beautiful
Pertanyaan selanjutnya, apa arti ACAB?
Arti ACAB dan 1312
Istilah ACAB adalah singkatan dari frasa “All Cops Are Bastards”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Semua Polisi adalah Bajingan”. Ungkapan ini kerap disimbolkan pula dengan angka 1312, karena huruf A, C, A, dan B dalam alfabet berurutan dengan angka 1, 3, 1, dan 2.
Menurut catatan BritishGQ, slogan “All Coppers Are Bastards” pertama kali muncul pada era 1920-an di Inggris. Pada dekade 1940-an, istilah ini kembali dipakai, terutama oleh kelompok buruh yang melakukan aksi mogok.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ACAB semakin sering terlihat, baik di jagat maya maupun ruang publik. Coretan bertuliskan ACAB atau 1312 banyak ditemukan di dinding-dinding kota sebagai bentuk ekspresi protes.
Sebagaimana dijelaskan oleh Mic dan GQ Magazine, ACAB bukanlah istilah baru. Ia telah lama digunakan sebagai slogan perlawanan terhadap institusi kepolisian. Ungkapan ini pun tidak selalu dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai kritik terhadap sistem kepolisian yang dianggap sarat masalah.
Sementara itu, di platform populer seperti Know Your Meme, ACAB dipahami sebagai simbol perlawanan yang lahir dari subkultur tertentu, kemudian berkembang menjadi tanda protes yang lebih luas. Kehadiran dunia digital turut mempercepat penyebarannya, dari forum-forum diskusi hingga ke media sosial arus utama.
Secara umum, ACAB kerap digunakan oleh kelompok atau individu yang ingin menegaskan ketidakpuasan terhadap sistem hukum dan aparat penegak hukum. Maka, meskipun terdengar seperti makian, pada praktiknya ACAB lebih berfungsi sebagai simbol kritik dengan nuansa politik dan sosial yang kuat.
Sejarah ACAB
Istilah ACAB adalah singkatan dari frasa “All Cops Are Bastards”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Semua Polisi adalah Bajingan”. Ungkapan ini kerap disimbolkan pula dengan angka 1312, karena huruf A, C, A, dan B dalam alfabet berurutan dengan angka 1, 3, 1, dan 2.
Menurut catatan BritishGQ, slogan “All Coppers Are Bastards” pertama kali muncul pada era 1920-an di Inggris. Pada dekade 1940-an, istilah ini kembali dipakai, terutama oleh kelompok buruh yang melakukan aksi mogok.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ACAB semakin sering terlihat, baik di jagat maya maupun ruang publik. Coretan bertuliskan ACAB atau 1312 banyak ditemukan di dinding-dinding kota sebagai bentuk ekspresi protes.
Sebagaimana dijelaskan oleh Mic dan GQ Magazine, ACAB bukanlah istilah baru. Ia telah lama digunakan sebagai slogan perlawanan terhadap institusi kepolisian. Ungkapan ini pun tidak selalu dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai kritik terhadap sistem kepolisian yang dianggap sarat masalah.
Sementara itu, di platform populer seperti Know Your Meme, ACAB dipahami sebagai simbol perlawanan yang lahir dari subkultur tertentu, kemudian berkembang menjadi tanda protes yang lebih luas. Kehadiran dunia digital turut mempercepat penyebarannya, dari forum-forum diskusi hingga ke media sosial arus utama.
Secara umum, ACAB kerap digunakan oleh kelompok atau individu yang ingin menegaskan ketidakpuasan terhadap sistem hukum dan aparat penegak hukum. Maka, meskipun terdengar seperti makian, pada praktiknya ACAB lebih berfungsi sebagai simbol kritik dengan nuansa politik dan sosial yang kuat.
Kenapa ACAB dan 1312 Viral?
Istilah ACAB dan 1312 kembali ramai diperbincangkan usai peristiwa tragis dalam aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025 yang menewaskan seorang warga bernama Affan Kurniawan.
Kabar ini mencuat di media sosial X (Twitter), setelah beredar video yang menunjukkan sebuah mobil rantis Brimob menabrak hingga melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) yang diketahui mengenakan jaket Grab. Usai kejadian, kendaraan taktis tersebut terus melaju dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan lokasi.
Sejumlah warga serta pengendara lain yang menyaksikan kejadian itu langsung berusaha mengejar mobil rantis tersebut hingga ke kawasan Jalan Layang Non-Tol Casablanca. Sementara itu, korban Affan Kurniawan dinyatakan meninggal dunia ketika dilarikan ke rumah sakit di wilayah Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa yang sejak siang terpusat di depan Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, berlanjut hingga sore hari dan berujung bentrokan. Massa yang menolak dibubarkan paksa melawan aparat dengan melempar batu, botol, hingga petasan, sementara polisi membalas dengan gas air mata dan water cannon.
Kericuhan pun meluas ke sejumlah titik di sekitar kawasan Parlemen Senayan, termasuk Jalan Penjernihan, Jalan Penjompongan, Bendungan Hilir, KS Tubun Petamburan, hingga Palmerah.
CATATAN :
Mohon maaf apabila di Postingan ini terdapat Kata-kata Kasar/Vulgar. Kami hanya ingin memberitahukan agar masyarakat mengetahui terkait dengan Istilah ini. Mohon untuk TIDAK melakukan Provokasi apapun.
Terima Kasih 😀😊😘👌👍 :)