Assalamu‘alaikum wr. wb.
Halo guys! Kemarin pada 6 Oktober lalu, Google sempat menampilkan Doodle ini dan baru muncul sekitar Waktu Malam WIB, namun Google Doodle tersebut menghilang pada Tanggal 7 Oktober Pagi (Kemarin) dan berubah menjadi Logo Google biasa. Tapi hari ini, Google akhirnya menampilkan kembali Doodle yang bertema "Pekan Antariksa Dunia 2026 (World Space Week 2026)" pada Kamis, 8 Oktober 2026 (26 Rabi'ul Akhir 1448 H) ini.
![]() |
| Google Doodle Pekan Antariksa Dunia 2026 (World Space Week 2026) |
Sumber Artikel : Topik.id dan RmolJawaTengah.id
Google menampilkan Doodle bertema antariksa pada Selasa, 6 Oktober 2026. Tampilan khusus yang muncul di halaman utama mesin pencari tersebut merupakan bagian dari peringatan World Space Week 2026 atau Pekan Antariksa Dunia.
Doodle kali ini mengusung nuansa kosmis dengan Nebula Rosebud sebagai salah satu objek yang ditampilkan. Citra objek luar angkasa tersebut dikaitkan dengan kemampuan James Webb Space Telescope (JWST) dalam menangkap berbagai detail dari objek-objek yang berada jauh di alam semesta.
Kemunculan Doodle tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan World Space Week yang berlangsung pada 4-10 Oktober 2026 (22-28 Rabi'ul Akhir 1448 H). Perayaan tahun ini mengangkat tema utama “Rocket Revolution” atau “Revolusi Roket”.
Tema tersebut menyoroti berbagai perkembangan besar dalam teknologi peluncuran antariksa, khususnya inovasi roket yang dapat digunakan kembali, peningkatan efisiensi biaya peluncuran, serta semakin besarnya peran perusahaan swasta dalam industri luar angkasa.
Google Doodle dan Pekan Antariksa Dunia
World Space Week merupakan peringatan internasional yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1999.
Tanggal 4–10 Oktober dipilih untuk mengenang dua peristiwa penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Pada 4 Oktober 1957, Uni Soviet berhasil meluncurkan Sputnik 1, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi.
Sementara itu, 10 Oktober menjadi momentum untuk memperingati berlakunya Outer Space Treaty pada 1967. Perjanjian tersebut menjadi salah satu dasar hukum internasional yang mengatur kegiatan eksplorasi serta pemanfaatan ruang angkasa.
Melalui Doodle tersebut, Google turut mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa yang kini semakin berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Tema Rocket Revolution Soroti Roket Daur Ulang
World Space Week 2026 mengangkat tema Rocket Revolution untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dalam industri peluncuran antariksa.
Jika dahulu kegiatan eksplorasi ruang angkasa lebih banyak mengandalkan program pemerintah, kini ekosistem tersebut semakin luas dengan melibatkan perusahaan komersial, startup, perguruan tinggi, serta semakin banyak negara.
Salah satu perkembangan terpenting adalah penerapan teknologi reusable rocket atau roket yang dapat digunakan kembali. Bagian tertentu dari roket dapat kembali ke Bumi setelah menjalankan misi peluncuran dan kemudian dimanfaatkan kembali untuk penerbangan berikutnya.
Teknologi ini berpotensi menurunkan biaya penerbangan menuju orbit sekaligus memungkinkan peluncuran dilakukan dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Penurunan biaya tersebut cukup besar. Berdasarkan data yang dikutip dari laporan mengenai ekonomi antariksa, biaya untuk membawa satu kilogram muatan ke orbit yang pada 1960 berada di kisaran 87.023 dolar AS telah menurun menjadi sekitar 3.868 dolar AS pada 2025.
Apabila perkembangan teknologi terus berlangsung, biaya peluncuran diperkirakan dapat kembali turun menjadi sekitar 1.600 dolar AS per kilogram pada 2030 dan sekitar 300 dolar AS per kilogram pada 2040.
Meski demikian, industri antariksa masih menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya sampah antariksa, ketegangan geopolitik, serta ketergantungan terhadap sejumlah penyedia layanan peluncuran.
SpaceX dan Perubahan Teknologi Roket
Perkembangan Teknologi Roket pada 2026 juga ditandai oleh berbagai pencapaian yang diraih SpaceX.
Salah satunya adalah Falcon 9, yang terus menunjukkan kemampuan penggunaan kembali kendaraan peluncur. Teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan efisiensi dalam peluncuran satelit dalam jumlah besar.
Di sisi lain, Starship juga menjadi proyek yang banyak mendapat perhatian karena dirancang sebagai kendaraan peluncur berukuran besar dengan kemampuan untuk digunakan kembali.
Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan arah industri antariksa. Fokusnya kini tidak hanya pada kemampuan mencapai orbit, tetapi juga pada bagaimana penerbangan antariksa dapat dilakukan lebih sering dengan biaya yang semakin efisien.
Satelit yang diluncurkan menggunakan roket juga memberikan berbagai manfaat langsung bagi kehidupan di Bumi. Teknologi ini mendukung kebutuhan komunikasi, navigasi, prakiraan cuaca, pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, hingga perluasan akses konektivitas internet.
World Space Week Digelar di Berbagai Negara
Peringatan World Space Week telah berkembang menjadi sebuah agenda berskala global. Berbagai kegiatan diselenggarakan di lebih dari 100 negara, mulai dari pameran, diskusi, pengamatan astronomi, hingga program pendidikan yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Pada 2026, materi edukasi tentang roket juga dikembangkan untuk membantu pelajar, keluarga, dan komunitas memahami prinsip-prinsip dasar kendaraan peluncur.
Pesan yang disampaikan adalah bahwa revolusi teknologi roket tidak hanya berlangsung di pusat-pusat antariksa. Perkembangan tersebut turut menciptakan peluang bagi perusahaan, institusi pendidikan, dan berbagai negara untuk mengambil bagian dalam ekosistem ruang angkasa.
Terima Kasih 😄😊👌👍 :)
Wassalamu‘alaikum wr. wb.
.png)